Lebih Sehat Mana Pakai Juice Extractor atau Blender?

Ada pertanyaan mengenai mana yang lebih menyehatkan antara membuat minuman jus dengan juice extractor atau blender. Kita temukan jawabannya berikut.

Ada pertanyaan mengenai mana yang lebih menyehatkan antara membuat minuman jus dengan juice extractor atau blender. Kita temukan jawabannya berikut.

Sangat dianjurkan supaya kita mengonsumsi buah atau sayuran setiap hari. Jika ditakar dalam minuman jus, minimal kita mengonsumsi setengah sampai 2 gelas buah atau sayuran setiap hari. Diproses sebagai minuman jus karena praktis dan tidak mengurangi kandungan nutrisi atau gizi di dalamnya. Lalu apa efeknya jika menggunakan juice extractor dan blender?

Menggunakan Juice Extractor

Bila mengolah jus buah menggunakan alat ini, kandungan nutrisi berkonsetrasi tinggi dihasilkan. Penyebabnya adalah vitamin dan mineral dari buah atau sayuran yang hanya terdapat di kandungan airnya.

Menggunakan Blender

Mengolah jus buah menggunakan blender akan sekaligus melumat kandungan air dan serat di dalam buah/sayuran. Keduanya tercampur dan sebagian menjadi ampas yang seringnya disaring secara manual. Kandungan vitamin dan mineral jadi tak murni lagi karena sudah tercampur bersama ampas tersebut.

Pengaruh pada Kandungan Gula

Apabila menggunakan gula sebagai campuran, juice extractor juga berfungsi sebagaimana memeras sarinya. Sama halnya  dengan blender tapi seringkali tidak maksimal sehingga masih menyisakan gumpalan gula yang tidak lembut.

Juice extractor berfungsi secara otomatis memisahkan antara serat dan sari buah/sayuran. Kebutuhan konsumsi buah dan sayuran kebanyakan untuk mengambil sari murninya yang bermanfaat bagi kesehatan. Meskipun serat juga dibutuhkan tetapi jika sudah menjadi ampas malah sering terbuang percuma. Kebanyakan orang yang membuat jus dengan blender malah melakukan proses akhir penyaringan demi mengambil cairannya saja.

Sekitar tahun 2014, ditemukan fakta baru dari penelitian yang meriset kandungan gula dalam jus buah yang dibikin dengan blender. Ternyata kandungannya mencapai 45,5 gram fruktosa dalam takaran 1 liter. Artinya, ada risiko peningkatan kadar gula darah jika proses pembuatan jus buah tidak tepat khususnya dari campuran gula.

Sebab itulah penggunaan juice extractor mulai dikenal di masyarakat khususnya yang memang sangat peduli dengan manfaat kesehatan. Minuman jus buah dan variannya bukan semata dinikmati karena kesegarannya apalagi disajikan dingin.

Antara Juice Extractor dan Blender

Jadi, manakah yang lebih menyehatkan? Anda mungkin berpendapat bahwa yang penting ialah takaran bahan dan cara pengolahan yang jeli. Ya, benar. Tapi untuk mencapai tujuan itu, akan lebih optimal jika menggunakan alat yang mampu bekerja secara otomatis alias praktis. Kinerjanya memisahkan antara sari buah/sayuran dan ampas akan benar-benar bermanfaat bagi tujuan kesehatan.

Menggunakan blender pun sama bagusnya. Tapi harus dengan cara yang lebih telaten dan kadang takaran pun bisa salah. Oleh karena itu, demi tujuan kesehatan, lebih baik menggunakan alat yang benar-benar sudah teruji baik dari spesifikasi teknologi dan pembuktiannya di masyarakat hingga sekarang.

Penyebab ASI Membutuhkan Booster Alami

Menyusui merupakan fase yang membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak. Selain itu dengan memberikan ASI booster juga dapat meningkatkan hubungan kasih sayang antara ibu dengan si anak.

Menyusui merupakan fase yang diinginkan oleh semua ibu karena di tahap inilah Ibu bisa membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak dengan memberikan ASI secara eksklusif.  Selain itu dengan memberikan ASI juga dapat meningkatkan hubungan kasih sayang antara ibu dengan si anak.

Produksi ASI Tidak Lancar

Menyusui seharusnya menjadi proses yang menyenangkan  karena Ibu bisa membantu anak untuk tumbuh dan berkembang melalui pemberian ASI ini.  namun ada kalanya proses menyesuai ini menjadi terkendala akibat produksi ASI yang tidak lancar.  saya nggak mau tak mau itu harus melakukan berbagai hal untuk mengembalikan produksi ASI tersebut di mana salah satunya yang biasa dilakukan yaitu dengan menggunakan ASI Booster Alami.

Mengalami produksi ASI yang tidak lancar bukanlah suatu masalah yang aneh lagi karena memang permasalahan yang satu ini sering kali dialami oleh banyak ibu.  Namun tentunya produksi ASI yang terlambat tidak menjadi alasan yang tepat untuk berhenti menyusui sama seperti yang anda tahu bahwa ASI memiliki nutrisi penting yang dapat memaksimalkan tumbuh kembang anak.

Terlebih saat ini banyak cara yang bisa digunakan untuk membantu meningkatkan produksi ASI sehingga proses menyusui bisa kembali normal.  Salah satu solusi alternatif yang cukup sering digunakan adalah dengan memanfaatkan ASI Booster Alami yang memang sudah cukup populer dan banyak dijual di pasaran.

Beberapa Pemicu ASI Tidak Lancar

Sebelum memutuskan untuk menggunakan ASI Booster Alami,  tidak ada salahnya jika anda perlu mengetahui beberapa hal yang menjadi pemicu mengapa produksi ASI menjadi tidak lancar.  Beberapa penyebab yang dimaksud diantaranya adalah :

  • Kurangnya stimulasi pada payudara atau kurang sering menyusui
  • Efek dari kebiasaan mengkonsumsi alkohol, minuman berkafein maupun rokok
  • Kondisi ibu yang stress atau tidak nyaman
  • Ibu menderita suatu penyakit yang berkaitan dengan payudara
  • Efek dari penggunaan pil KB atau obat – obatan
  • Mengalami kehamilan ketika proses menyusui sedang berlangsung
  • Melakukan diet ketika sedang menyusui